Loving or Loved?

Banyak orang bilang "loved better than loving" atau kalo di Indonesia-in tuh artinya "dicintai lebih baik daripada mencintai". Mungkin kalian semua juga bakal setuju sama kalimat tersebut. Bahkan patrick aja pernah bilang gitu...

 

Tapi sadar ga sih, yang selalu bilang dicintai lebih baik daripada mencintai itu cuma orang-orang yang putus asa, yang patah hati karena cinta. biasanya kaya jomblo-jomblo ngenes gitu, fakir asmara uhuk~ *kemudian dikeroyok jomblo*


"Loving or Loved?"
Ga selamanya dicintai itu lebih baik daripada mencintai" setuju? gue sih setuju banget. Ketika kita dicintai memang rasanya enak banget, kita gaperlu ngerasa sakit hati, kita ga perlu takut bakal patah hati, kita juga bakal ngerasa diperhatiin terus. Sedangkan ketika mencintai, kita bakal rawan sakit hati, rawan patah hati, rawan galau, karena ketika mencintai belum tentu yang dicintai juga mencintai ya kan? Tapi, sadar ga sih, mencintai itu sebenarnya lebih baik daripada dicintai (menurut gue sih)
ketika mencintai, kita ngerasain cinta(?) kita punya semangat hidup, kita punya semangat untuk mengejar sesuatu. iya mengejar dia yang dicintai. Ketika kita mencintai seseorang juga bakal terjadi hal-hal positif dalam diri kita. Misalnya nih, doi suka sama orang yang rajin sholat. mustahil kalo lo ga rajin sholat karenanya. Nah, hal-hal sepele kaya gitu otomatis bisa bikin kita berubah menjadi pribadi yang lebih baik.

Trus gimana dengan ketika kita dicintai? 
Ketika kita dicintai, kita bakal ngerasa biasa. Biarpun kita tau ada yg baik, perhatian, tapi hati ga merasakan hal yang sama kaya dia, semuanya hambar aja. Bahkan ujung-ujungnya yang muncul cuma rasa bersalah, bersalah ketika ngerasa dia patah hati gara-gara kita. Bersalah ketika dia galau gara-gara kita. Hal-hal kecil yang terjadi yang menurut kita biasa bisa bikin dia sakit hati, bikin dia sedih, pasti ada rasa bersalah muncul dalam diri. Kecuali lo emg orang yang jahat banget, lo mungkin bisa ga peduli untuk hal itu. Trus juga menurut gue, orang yang dicintai belum tentu punya cinta sedangkan orang yang mencintai sudah pasti punya cinta. Gue ambil contoh di film Harry Potter. Bellatrix sangat mencintai Voldemort sebagai tuannya, bahkan dia lebih mencintai Voldy ketimbang suaminya sendiri. Apakah orang yang dicintai Bella itu punya hati? you know lah ya si Voldy kaya gimana. Contoh lagi nih, kita bisa cinta sama apa aja, binatang piaraan, taneman, boneka, dll apa semua nya itu punya cinta? Yah pokoknya yang mencintai sudah pasti punya cinta lah--, *bingung sendiri*

Tapi pada dasarnya si, mencintai atau dicintai sama-sama indah. sama-sama bikin bahagia, tergantung yang menjalaninya. Kalo lo ngerasa bahagia mencintai seseorang, walaupun cinta lo bertepuk sebelah tangan, atau lo hanya sekedar jadi screet admirer, lanjutin! Sebaliknya kalo lo ngerasa bahagia dicintai orang lain, yah lanjutin juga.. tapi kalo lo gabisa balik mencintai dia, jangan pernah manfaatin dia! inget, Karma is like 69, you get what you give,bro! *kibarin bendera merah putih(?)* 
So, Loving or Loved guys, kalian pilih yang mana?^^

14 komentar:

  1. Umar Dani mengatakan...:

    Mencintai atau dicintai?
    Apapun itu, jujur dengan perasaan sendiri adalah yang paling baik
    Nice post princes :)

  1. Puja Putri mengatakan...:

    Hai, postingan yang bagus. Oiya ada info lomba seru nih, bisa cek ini -> http://pujaputri.blogspot.com/2014/02/mari-mengenal-kampung-fiksi-lebih-dekat.html Makasih sebelumnya :)

  1. Zazuli mengatakan...:

    Mengenai mencintai dan dicintai, gue pernah nemu quote ini di internet :

    "I once asked an old man: Which is more important to love or to be loved?
    He replied: which is more important to a bird, the left wing or the right wing?"

    Silahkan dijawab menurut pandangan lo :p

  1. Aji Purnomo mengatakan...:

    Ada kalanya gue pengin dicintai, karena dicintai itu emang enak. Tapi gue lebih pengin mencintai, karena rasanya deg deg serr gimana gitu hehe

  1. bharaaawr mengatakan...:

    mencintai dan dicintai itu penting dua-duanya. kayak kalo kita minum kopi aja, kalo kopinya(mencintai) doang ga pake gula (dicintai), pait kan? sama, gitu juga kalo minum kopi tapi gulanya terlalu banyak. manis emang, tapi pasti ada yang kurang kan? karena rasa kopinya kalah sama gulanya. menurut gue ga bisa dipilih hanya satu, mencintai atau dicintai. jadi, gue pilih mencintai dan dicintai :)

  1. Renny Noprianti mengatakan...:

    @zazuli : hmmm both :| yang jelas memang lebih baik mencintai dan dicintai. biar balance gitu, kaya komentarnya bharaawr ;)

  1. Muthi Haura mengatakan...:

    mencintai dan dicintai itu sama-sama penting tuh

  1. dhiyayuni mengatakan...:

    loving and loved ;)

  1. seiji mengatakan...:

    Haduh,, bahasa kayak gini gw bingung. Bikin sakit mata :p

  1. Renny Noprianti mengatakan...:

    @seiji terus harus pake bahasa apa biar lo ga bingung? -_-

  1. Jati Perdana Utama mengatakan...:

    bagaimana kita bisa merasakan dicintai kalau kita tidak pernah mencintai?

  1. Renny Noprianti mengatakan...:

    @Jati nah itu dia...

  1. Maschun Sofwan mengatakan...:

    salam kenal dari sarolangun jambi

    http://maschun.blogdetik.com/

Posting Komentar

terimakasih sudah memberi kritik dan saran yang baik dan sopan :)